Ulama Mauritania Haramkan Normalisasi Dengan Zionis

Ulama Mauritania Haramkan Normalisasi Dengan Zionis
Bendera Mauritania

Nouakchott , AAI - Sebanyak 200 ulama Mauritania pada Ahad sore (31/01) mengeluarkan fatwa haramnya normalisasi hubungan dengan ‘entitas musuh Zionis’ dengan menyatakan bahwa “hubungan dengan entitas perampas tanah Palestina serta penjajah Al-Quds dan sekitarnya adalah haram dan tidak dapat dibenarkan dalam hal apa pun.”

“Normalisasi sepenuhnya mendukung dan didukung penuh oleh perampok Zionis yang melakukan blokade, pembunuhan serta perusakan. Normalisasi tidak akan menghasilkan rekonsiliasi,” tegas para penandatangan fatwa dalam seminar yang mereka selenggarakan di Masjid Al-Tawfiq di ibu kota Mauritania, Nouakchott.

Mereka menyeru Pemerintah Mauritania untuk berkomitmen dengan apa yang telah diumumkan sebelumnya bahwa mereka tidak memiliki niatan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Di antara penandatangan fatwa yang paling menonjol adalah Syeikh Muhammad Al-Hassan Walid Al-Dido, ulama terkemuka yang merupakan kepala Pusat Pelatihan Ulama di Mauritania, beserta ulama lainnya.

Sebagai catatan, Mauritania telah memutuskan hubungannya dengan Israel pada tahun 2009 setelah perang Israel-Gaza yang berlangsung selama 22 hari, dari 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Sumber pers Israel dan Amerika mengungkapkan bahwa Mauritania dan Indonesia berniat untuk bergabung dalam jalur normalisasi setelah UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko. (T/S: Alqudsnews)