Ribuan Seniman Irlandia Boikot Israel

Ribuan Seniman Irlandia Boikot Israel

Dublin, AAI - Ribuan seniman Irlandia telah berjanji untuk memboikot budaya pendudukan zionis Israel. Hal Ini merupakan hasil dari inisiasi Komunitas Solidaritas Irlandia Palestina (IPSC).

Mereka menandatangani sumpah setia untuk menolak segala aktivitas pendudukan atau aktivitas budaya bersama, atau bahkan menerima dana untuk tawaran aktivitas budaya apa pun oleh institusi Israel.

Sumpah tersebut diluncurkan satu dekade lalu pada 12 Agustus 2010, diprakarsai oleh komposer ternama dan salah satu pendiri IPSC, Raymond Deane. Awalnya sumpah ditandatangani oleh lebih dari 140 seniman kreatif dan pertunjukan Irlandia, di mana mereka berjanji untuk memboikot Israel. Kini sumpah tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 1.000 seniman (1.035 tanda tangan per 25 Januari 2021).

Sumpah tersebut berbunyi, “Menanggapi seruan dari masyarakat sipil Palestina untuk memboikot budaya Israel, kami berjanji untuk tidak memanfaatkan undangan apa pun untuk tampil atau mengikuti pameran di Israel, atau untuk menerima dana apa pun dari lembaga apa pun yang terkait dengan pemerintah Israel, hingga Israel mematuhi hukum internasional dan prinsip universal hak asasi manusia.”

Koordinator Hubungan Budaya IPSC, Zoë Lawlor mengatakan, “Kami sangat bangga karena banyak seniman ikut menandatangani sumpah kami.”

Dia menambahkan, “Kami menganggap seribu lebih seniman yang ikut berpartisipasi sebagai tonggak sejarah solidaritas rakyat Irlandia kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk kebebasan, keadilan dan kesetaraan.”

“Terlepas dari kondisi sulit yang dihadapi para seniman Irlandia tahun ini akibat pandemi covid-19, dukungan dan simpati mereka untuk perjuangan Palestina terus meningkat, dan ini sangat menyentuh dan menggetarkan hati." (T/S: Qudsn, IPSC)