Pengadilan Israel Perintahkan Pengusiran 3 Keluarga Palestina dari Kediamannya di Al-Quds

Pengadilan Israel Perintahkan Pengusiran 3 Keluarga Palestina dari Kediamannya di Al-Quds
(Foto: Anadolu)

Al-Quds, AAI - Kamis (4/3), Pengadilan Israel menolak banding yang diajukan tiga keluarga Al-Quds yang tidak terima penggusuran rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah, di Al-Quds Timur.

Sebelumnya, pada hari Selasa (2/3), Pengadilan mengatakan akan mempertimbangkan banding mereka yang menentang keputusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Israel (Tingkat Pertama) beberapa bulan lalu untuk mengusir mereka dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah.

“Pengadilan menolak banding pada hari Kamis ini, dan mewajibkan mereka untuk mengevakuasi isi rumah hingga Agustus mendatang,” ucap Koalisi Sipil Pertahanan Al-Quds dalam pernyataan tertulisnya sebagaimana dilansir Anadolu.

Pada tahun lalu, Pengadilan Israel di Al-Quds memutuskan untuk mengusir sebanyak 12 keluarga Palestina dari rumah mereka di kawasan Sheikh Jarrah demi pembangunan permukiman Yahudi.

Pada pertengahan Februari lalu, Pengadilan Israel juga menolak banding yang diajukan oleh 4 keluarga lainnya terhadap keputusan penggusuran mereka dari kawasan yang sama.

Koalisi Sipil Pertahanan Al-Quds mengatakan bahwa semua keluarga yang diputuskan untuk diusir tersebut berniat untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel, sebagai badan peradilan tertinggi di Israel, untuk menentang keputusan penggusuran.

 

Keluarga-keluarga Palestina di Sheikh Jarrah mendirikan rumah mereka pada tahun 1956, bertahun-tahun sebelum pendudukan Israel di kota itu pada tahun 1967, berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Yordania dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Namun, kelompok pemukim Israel mengklaim bahwa tanah tersebut dimiliki oleh orang Yahudi sebelum tahun 1948, dan mereka menuntut penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka.

Sebagai sanggahan, keluarga Palestina di Sheikh Jarrah mengatakan bahwa mereka memiliki dokumen yang mengonfirmasi kepemilikan mereka atas tanah tersebut. (T/S: Anadolu)