Pemukim Zionis Mencuri Tanah Palestina untuk Memperluas Pemukiman Mereka di Bethlehem

Pemukim Ilegal Israel memagari 8.000 meter persegi tanah Palestina di sana

Pemukim Zionis Mencuri Tanah Palestina untuk Memperluas Pemukiman Mereka di Bethlehem

Tepi Barat, AAI - Pemukim ilegal Israel pada Selasa kemarin (6/7) memagari sebidang tanah Palestina di desa Al-Jab’a, sebelah barat daya Betlehem, pusat Tepi Barat, sebagaimana yang disampaikan oleh pejabat Palestina setemat.

Kepala Dewan Desa Al-Jab’a, Dhiab Masha’le, mengatakan para pemukim illegal dari pemukiman kolonial Beit Ayn memagari sebidang tanah seluas 8 ribu meter persegi. Ini merupakan bagian dari upaya mereka dalam memperluas pemukiman ilegal mereka, yang merupakan bagian dari blok pemukiman Gush Etzion.

Desa Al-Jab’a terletak sekitar 13 kilometer di sebelah barat daya kota Bethlehem. Desa tersebut memiliki populasi sebanyak 1.200 orang dengan luas total area 800 hektar. 92 persen dari tanah Al-Jab’a merupakan tanah yang subur untuk pertanian, sementara 8 persen sisanya adalah tanah pemukiman penduduk Palestina di sana.

Di bawah Perjanjian Oslo 1993, Otoritas Palestina diberikan kendali terbatas atas  sebidang tanah kecil yang mencakup 3,5 persen saja dari luas total Al-Jab’a. Sementara sisanya, 96,5 persen, diklasifikasikan sebagai ‘Area C’ dan Israel berkendali penuh atas area tersebut.

Desa ini diapit oleh tembok apartheid Israel dan 3 pemukiman ilegal Yahudi; Bitar Illit di utara serta Geva’pt dan Rosh Zurim di Timur.

Penjajah Israel juga merampas tanah untuk tujuan pembangunan jalan by-pass khusus para pemukim ilegal Yahudi, yang akan membentang sejauh 5,6 kilometer di atas tanah Al-Jab’a.

Israel telah membangun bagian dari tembok apartheid di sekitar desa Al-Jab’a. Mereka merampas dan mengisolasi sekitar 552,7 hektar tanah desa yang subur, yang mencakup 69 persen dari total luas area desa. Israel juga merampas akses penduduk Palestina di desa tersebut menuju tanah subur mereka, dan memaksa mereka tinggal di daerah yang padat dan terisolir, dikelilingi oleh tembok apartheid, pemukiman ilegal Yahudi dan instalasi militer Israel. (T/S: Shehaben)