Pemuda Gaza Ciptakan Kendaraan Listrik dari Barang Bekas

Kendaraan tersebut ditujukan bagi warga berkebutuhan khusus.

Pemuda Gaza Ciptakan Kendaraan Listrik dari Barang Bekas
Zain mengendarai kendaraan listrik rakitan (Foto: Aljazeera)

Gaza, AAI - Zain kini dapat berkeliling dengan sendirinya di sekitar rumahnya menggunakan kendaraan listrik rakitan yang diperuntukkan bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Kendaraan tersebut merupakan ciptaan kerabatnya, Mu’min Abu Raida. Ia menciptakaan kendaran itu menggunakan bahan bekas yang didapatkan dari pasar loak Gaza.

Zain, bocah Palestina yang berusia 5 tahun, menderita penyakit yang membuatnya tidak bisa berjalan sejak lahir. Ayahnya, Jihad, sebagaimana diberitakan Aljazeera pada Rabu (3/3), mengatakan, “Kondisi psikologisnya meningkat pesat setelah ia mendapatkan kendaraan listrik tersebut, dan ia tidak ingin berpisah dengannya.”

Pada malam hari, Zain tidak akan tidur sebelum ia pastikan kendaraannya terhubung dengan pengisi daya listrik, agar baterainya penuh dan siap digunakan pada esok hari.

Ayah Zain –  yang bekerja sebagai teknisi kelistrikan – tidak dapat membeli kendaraan listrik impor untuk putranya karena harganya yang mahal. Kini ia terlihat senang karena kendaraan semacam itu tersedia di Gaza dengan harga yang terjangkau.

 

Terbuat dari Barang Bekas

Pembuat kendaraan listrik tersebut, Mu’min Abu Raida (29 tahun), mengatakan bahwa biaya pembuatan kendaraan yang ia rakit tidak melebihi  400 dolar, sedangkan harga kendaraan impor sejenis mencapai  2.700 dolar.

Mu'min merakit kendaraan listrik di bengkelnya (Foto: Aljazeera)

Mu'min merakit kendaraan listrik di bengkelnya (Foto: Aljazeera)

Mu’min menggunakan bahan bekas yang ia dapatkan dari pasar loak di kota Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, untuk membuat kendaraan listrik di dalam bengkel kecilnya, yang luasnya tidak lebih dari 5 meter persegi. Bengkel tersebut berada di bawah rumahnya yang sederhana di timur kota.

Mu’min berhasil membuat dua model kendaraan, satu untuk anak-anak seperti yang digunakan oleh Zain, dan yang kedua untuk orang dewasa dan lansia berkebutuhan khusus.

Mu’min mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk memproduksi kendaraannya. Dalam masa pengerjaan, ia kerap menghadapi kendala teknis seperti pemadaman listrik, serta kurangnya beberapa bahan dan suku cadang.

Ide pembuatan kendaraan listrik ini muncul setelah Mu’min melihat kebutuhan orang-orang berkebutuhan khusus, serta para lansia, akan sarana yang dapat membantu mereka beraktivitas sehari-hari tanpa mengandalkan bantuan orang lain. (T/S: Aljazeera)