‘Pawai Sejuta Massa’ di Pakistan: Tolak Normalisasi Dengan Israel

‘Pawai Sejuta Massa’ di Pakistan: Tolak Normalisasi Dengan Israel

Jam’iyah Ulama Islam Pakistan menyelenggarakan ‘Pawai Sejuta Massa’ untuk menolak normalisasi dengan pendudukan Israel kemarin, Kamis (21/01). Puluhan ribu orang berpartisipasi dalam pawai yang membela perjuangan rakyat Palestina tersebut.

Pawai juga dihadiri oleh para pemimpin Pakistan dan dunia dari berbagai latar belakang partai politik dan agama. Mereka menyerukan untuk memboikot pendudukan Israel dan semua pihak yang menerima dukungannya dan menyeru agar berdiri bersama membela Palestina.

Pimpinan Jama’ah Islam Pakistan, Maulana Salimullah Al-Wazi dalam pawai tersebut mengatakan, "Israel terlibat dalam genosida umat muslim di Palestina, dan kami tidak akan mengizinkan Pemerintah Federal Pakistan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan mereka."

Imam Masjid Al-Aqsa, Syeikh Ikrimah Sabri turut berpartisipasi dalam pawai tersebut dengan sambutannya dalam rekaman video. Beliau mengapresiasi sikap rakyat Pakistan yang menolak normalisasi dengan otoritas pendudukan dan mengapresiasi terselengaranya pawai yang menegaskan hak-hak rakyat Palestina dan umat muslim atas tanah Palestina tersebut.

Beliau mengungkapkan penolakannya terhadap proses normalisasi yang sedang berlangsung dengan otoritas pendudukan dan dampak negatifnya pada perjuangan Palestina. Diungkapkannya juga masalah pendudukan Israel di Al-Quds, yang menjadi sasaran yahudisasi beserta situs-situs sucinya.

Beberapa bulan yang lalu, media Israel mengungkap sebagian isi dari kontak rahasia yang berlangsung antara Israel dan Pakistan, yang dapat mengarah pada pengumuman kesepakatan normalisasi hubungan antara Pakistan dan Israel.

Mereka melaporkan bahwa sebuah pesawat Inggris mendarat di Bandara Ben Gurion, Israel pada November 2020 dengan penasihat Perdana Menteri Pakistan, Sayed Bukhari berada di dalamnya. Ia disambut dengan hangat di kantor Kementerian Luar Negeri Otoritas Pendudukan Israel, di mana ia membawa pesan bahwa Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan akan mengambil keputusan strategis untuk memulai pembicaraan politik dan diplomatik dengan Israel. Namun Kementerian Luar Negeri Pakistan membantah laporan tersebut. (T.AAI/S: Qudsn)