Pasukan Zionis Hancurkan Dua Rumah Warga Palestina di Hebron

Rumah tersebut dihuni oleh 30 warga Palestina

Pasukan Zionis Hancurkan Dua Rumah Warga Palestina di Hebron
Pasukan Zionis menghancurkan rumah milik warga Palestina di Hebron

Hebron, AAI - Kamis (17/6), pasukan penjajah Zionis Israel menghancurkan dua rumah milik warga Palestina di Hebron, Tepi Barat Palestina. Mereka juga mengancam akan membongkar 12 bangunan lainnya milik warga Palestina, termasuk tempat tinggal.

Di kota Beit Ummar, utara Hebron, pasukan Israel menghancurkan rumah milik warga Palestina lansia bernama Azmi Muhammad Salem Al-Ajlouni dan sebuah rumah semi permanen dari kontainer, di mana sekitar 30 warga Palestina tinggal di sana. Kediaman mereka dihancurkan dengan dalih tidak memilik izin bangunan.

Azmi yang berusia 80 tahun mengatakan bahwa pasukan Israel mengepung rumahnya, kemudian menggerebeknya dan memaksa seluruh anggota keluarganya keluar, agar rumahnya dihancurkan.

Azmi telah mengatakan kepada pasukan Israel tersebut bahwa di kala itu ada anak-anak yang sedang tidur, dan terdapat 30 orang, termasuk anak perempuan dan cucunya yang tinggal di rumah tersebut. Namun pasukan Israel tidak peduli dan bersikera untuk memaksa mereka keluar dan kemudian membongkar rumah Azmi.

“Jika mereka menghancurkan rumah kami 30 kali pun, kami akan tetap akan membangunnya kembali dan kami akan tinggal di tanah kami,” ucap Azmi yang teguh dan bersikeras akan membangun kembali rumahnya.

Di saat yang sama, pasukan Israel mengirimkan 12 surat pemberitahun pembongkaran fasilitas milik warga Palestina di kota Yatta, selatan Hebron.

Koordinator Komite Perlindungan dan Ketahanan Hebron Selatan dan Masafer Yatta, Fuad Al-‘Amour, mengatakan bahwa pasukan Israel telah mengirimkan “pemberitahuan akhir tentang pembongkaran di daerah Al-Jawaya, timur kota Yatta, dengan dalih fasilitas di sana tidak memiliki izin.”

Di antara fasilitas yang akan dihancurkan adalah 5 rumah, 4 sumur air, 1 rumah kontainer dan 2 penyimpanan hasil pertanian.

Pembongkaran Israel sering terjadi di daerah yang diklasifikasikan sebagai ‘Area C’ menurut Perjanjian Oslo 2 (1995).  Di area tersebut pembangunan dan penggarapan tanah dilarang tanpa izin dari otoritas Israel, yang di mana izin tersebut hampir tidak mungkin bisa diperoleh oleh warga Palestina.

 

Perjanjian Oslo 2 ditanda tangani oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan penjajah Israel. Perjanjian tersebut mengklasifikasikan tanah Tepi Barat menjadi tiga (3) area:

‘Area A’ di bawah kendali penuh Palestina. ‘Area B’, keamananan di bawah kendali Israel dan kendali sipil serta administratif di bawah Palestina. ‘Area C’ di bawah kendali penuh Israel, baik keamanan, sipil hingga administratif.

Menurut Koordinator Kemanusiaan PBB di Wilayah Pendudukan Israel, otoritas Israel telah melakukan 362 pembongkaran fasilitas warga Palestina di Tepi Barat. Hal ini menyebabkan 521 warga Palestina kehilangan tempat tinggal. (T/S: Anadolu)