Pasukan Israel Tembak Remaja Palestina dengan Peluru Terlarang

Mohammed mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi

Pasukan Israel Tembak Remaja Palestina dengan Peluru Terlarang
Mohammed Nayef Hamayel (Foto: Eye on Palestine)

Tepi Barat, AAI - Pada Jum’at kemarin (9/7), pasukan Israel menembak seorang anak Palestina bernama Mohammed Nayef Hamayel dengan peluru terlarang yang menembus beberapa bagian tubuhnya. Penembakan tersebut berlangsung di saat konfrontasi antara pasukan Israel dan warga Palestina kembali terjadi di Beita, kota Nablus, Tepi Barat.

Paman Mohammed, Saleh, mengatakan bahwa peluru tersebut menghantam tanah, kemudian pecahan pelurunya memantul dan mengenai dada Mohammed. Pecahan lainnya juga mengenai tubuhnya hingga masuk ke beberapa organ penting termasuk limpa. Akibatnya ia harus dioperasi, dokter pun telah melakukan operasi untuk mengangkat limpanya pada Sabtu kemarin (10/7).

Bulan Sabit Merah (BSM) Palestina mengungkapkan bahwa pasukan Israel menggunakan peluru  ‘tutu’ dan ‘dumdum’ yang dilarang secara internasional untuk membubarkan aksi protes yang terjadi di Beita, hingga menyebabkan luka serius pada para pemuda dan anak-anak Palestina.

BSM Palestina juga mengatakan bahwa pasukan Israel menyebabkan seorang pengunjuk rasa mengalami patah tulang di tenggorokan setelah pecahan peluru masuk ke mulutnya.

Menurutnya, peluru jenis tutu dan dumdum tersebut dapat meledakkan arteri dan memotong pembuluh darah di daerah yang terkena. Pecahan peluru juga akan menyebabkan luka serius di dalam tubuh korban.

Pasukan Israel juga diduga secara sengaja ingin menjadikan warga Palestina yang menjadi target mereka mengalami cacat pernamen dengan menembaki bagian bawah tubuhnya. Selain itu pasukan Israel juga sering kali mencegat dan menghambat tim medis yang akan melakukan tugas mereka untuk merawat korban yang mengalami luka.  (T/S: Quds News)