Pasukan Israel Menangkap 11 Warga Palestina Saat Menyerbu Beita di Malam Hari

Beberapa pemuda yang tertangkap mengalami luka-luka

Pasukan Israel Menangkap 11 Warga Palestina Saat Menyerbu Beita di Malam Hari

Tepi Barat, AAI - Pasukan penjajah Israel pada Selasa tengah malam (13/7) menangkap 11 warga Palestina saat mereka melakukan penyerangan dan penyerbuan ke desa Beita, kota Nablus di Tepi Barat Palestina.

Sumber lokal mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu desa Beita, menggerebek serta menggeledah rumah-rumah Palestina di sana dan kemudian menahan 11 orang warga Palestina, yang di antaranya terdapat beberapa pemuda yang terluka.

Otoritas penjajah Israel pada Jum’at sore lalu (9/7) telah mengevakuasi puluhan pemukim Zionis Israel dari pemukiman ilegal Evyatar di Jabal Sabih, Beita, setelah tercapainya kesepakatan antara seorang pimpinan pemukim Evyatar dan otoritas pemerintah Israel yang baru di bawah PM Nafatali Bennett.

Kepala organisasi pemukim ilegal Shomron Regional Council, Yossi Dagan, membuat kesepakatan dengan Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz serta Menteri Dalam Negeri Israel, Ayelet Shaked, yang akan mengubah Evyatar menjadi sekolah keagamaan Yahudi dan markas militer bagi pasukan penjajah Israel.

Israel akan mempertahankan sekitar 50 rumah karavan milik pemukim ilegal Zionis yang telah terpasang pada bulan Mei lalu di atas tanah Palestina di Beita. Para pemukim ilegal nantinya dapat kembali ke sana setelah otoritas Israel menetapkannya sebagai ‘milik negara’.

Pada awal Mei lalu, sekelompok pemukim ilegal Israel membangun hunian dengan caravan di Jabal Sabih, Beita, dengan bantuan pasukan penjajah Israel yang melarang warga Palestina pergi ke daerah tersebut.

Dalam beberapa hari kemudian, para pemukim Zionis memasang rumah portable dengan karavan, membangun akses jalan dan mengibarkan bendera Israel di atas pemukiman mereka.

Sejak saat itu, terjadi beberapa aksi protes yang dijalankan oleh warga Palestina di Beita yang menentang pos pemukiman ilegal Israel yang baru di Jabal Sabih, yang terletak di ujung selatan Beita serta mencakup 30 persen dari total luas keseluruhannya.

Akibatnya mata pencaharian 17 keluarga Palestina, dengan total lebih dari 100 orang, menjadi terancam karena mereka bergantung pada kebun zaitun milik mereka di Jabal Sabih yang telah mereka miliki secara turun-temurun. (T/S: Quds News)