Pasukan Israel Membobol Kantor Organisasi Hak Anak Palestina

Mereka turut merampas beberapa perangkat dan berkas penting milik DCIP

Pasukan Israel Membobol Kantor Organisasi Hak Anak Palestina

Tepi Barat, AAI - Pasukan penjajah Israel pada Kamis pagi (29/7) membobol kantor pusat milik sebuah organisasi hak anak Palestina, Defense for Children Internasional – Palestine (DCIP), di Ramallah, Tepi Barat.

Pasukan Israel diketahui membobol kantor yang terletak di kawasan Sateh Marhabah, Al-Bireh tersebut pada pukul 5:15 subuh, di saat orang-orang yang bekerja di sana masih belum dating.

Belasan pasukan Israel membuka pintu depan kantor DCIP dengan paksa. Setelah berada di dalam, mereka merampas dan menyita enam buah komputer desktop, dua laptop, beberapa hard drive, dan berkas para tahanan anak Palestina yang didampingi oleh pengacara dari DCIP di pengadilan militer Israel.

Pasukan Israel tidak meninggalkan secarik dokumen apapun sebagai pemberitahuan alasan penggerebekan yang telah mereka lakukan. Mereka juga tidak meninggalkan bukti tanda terima atas barang yang mereka rampas.

“Tindakan yang dijalankan oleh otoritas Israel seperti ini merupakan upaya berkelanjutan untuk membungkap dan melenyapkan masyarakat sipil Palestina dan organisasi hak asasi manusia seperti DCIP,” ucap Direktur Jenderal DCIP, Khaled Quzmar.

“Otoritas Israel harus segera mengakhiri upaya mereka yang bertujuan untuk mendelegitimasi dan mengkriminaliasi pembela hak warga Palestina dan organisasi sipil. Komunitas internasional haruslah meminta pertanggungjawab otoritas Israel,” tambah Khaled.

Rekaman video pengawas CCTV dari dalam kantor DCIP memperlihatkan bahwa pasukan Israel membobol masuk ke dalam sana pada pukul 5:15 pagi. Mereka berpencar seluruh sudut kantor untuk mengumpulkan dan merampas beberapa komputer, laptop dan berkas penting. Kemudian pada pukul 5:27, mereka memutus jaringan CCTV milik DCIP.

DCIP, yang beroperasi di wilayah Palestina, merupakan cabang dari sebuah organisasi gerakan internasional hak anak non-pemerintah Defense for Children Internasional yang didirikan pada tahun 1979 dan berkantor pusat di Jenewa, Swiss.

Organisasi HAM dan kemanusiaan di Palestina, Israel dan dunia menghadapi kondisi yang sulit akibat menyusutnya ruang sipil di seluruh wilayah Palestina yang dijajah Israel dan Tepi Barat, termasuk di Al-Quds Timur dan Jalur Gaza.

Baru-baru ini, upaya untuk mendelegitimasi organiasi kemanusian dan HAM yang berada di Wilayah Pendudukan Palestina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk memberikan bantuan dan advokasi atas nama HAM warga Palestina. (T/S: Palestine Chronicle, DCIP)