Palestina Hadapi Situasi Berbahaya Pandemi Covid-19

Palestina Hadapi Situasi Berbahaya Pandemi Covid-19
Pemandangan di Rumah Sakit Ramallah, rumah sakit terbesar di Tepi Barat, yang berkapasitas 380 tempat tidur pada 11 Maret 2021 (Foto: Anadolu)

Ramallah, AAI - Direktur Layanan Medis di Kementerian Kesehatan Palestina telah memperingatkan bahwa rumah sakit lokal akan segera menghadapi kekurangan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Jumlah pasien Covid-19 sebenarnya dua kali lipat dari jumlah yang diumumkan saat ini, karena banyak orang yang tidak ikut dites (Covid-19),” ucap Usama Al-Najjar kepada Radio Palestina sebagaimana dilansir Middleeastmonitor pada Senin (15/3). Dia memperingatkan bahwa ada “bahaya yang sangat besar dari runtuhnya sistem perawatan kesehatan (di Palestina),” kecuali situasi saat ini mereda.

Al-Najjar menekankan pentingnya pengetatan langkah-langkah yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran virus corona agar laju pandemi dapat terkendali. Dia menambahkan bahwa kementeriannya akan segera menguji virus varian Inggris yang telah menyebar luas di wilayah Palestina.

Beberapa wilayah di Tepi Barat Palestina melakukan pembatasan karena adanya lonjakan jumlah infeksi Covid-19. Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila, mengumumkan pada Ahad (14/3) bahwa 2.142 kasus baru Covid-19 terkonfirmasi di Palestina selama 24 jam sebelumnya, dengan 15 kasus kematian dan 2.169 pasien yang pulih. (T/S: Middleeastmonitor)