Naftali Bennett, PM Baru Israel Pembenci Palestina

Bennett merupakan anggota politik sayap kanan Israel

Naftali Bennett, PM Baru Israel Pembenci Palestina
Naftali Bennett

Al-Quds, AAI - Ahad (13/6), Parlemen Israel alias Knesset memilih mantan sekutu Netanyahu, Naftali Bennett, sebagai Perdana Menteri Israel yang baru. Dengan ini Knesset mengakhiri kepemimpinan Netanyahu yang selama 12 tahun berturut-turut menjabat sebagai PM Israel.

Bennett merupakan sosok Yahudi ortodoks, jutawan teknologi, dan mantan komandan pasukan khusus Israel. Pria berusia 49 tahun itu juga merupakan anggota politik sayap kanan Israel.

Walaupun berhasil mengguglingkan Netanyahu dari kursi Perdana Menteri, kepimipinan Bennet tetap mendapatkan kritikan dari berbagai pihak. Sejumlah pihak menilai kepemimpinannya tak akan membantu prospek perdamaian Israel-Palestina.

Sementara Pemerintahan Palestina melalui Kementerian Luar Negeri nya menilai, “Tidak tepat menyebut pemerintah baru Israel sebagai pemerintahan perubahan, kecuali perubahan yang dimaksudkan adalah untuk menyingkirkan Benjamin Netanyahu. Karena kebijakan Israel tidak akan pernah berubah dari pemerintahan sebelumnya, jika kita tidak melihat yang lebih buruk.”

Dalam sebuah wawancara pada Februari kemarin, Bennett menyatakan, “Selama saya memiliki kekuatan dan kendali, saya tidak akan menyerahkan satu sentimeter pun tanah Israel.”

Pada 2013, Bennett juga pernah berpidato dan menyebutkan ‘warga Palestina yang merupakan teroris’ harus dibunuh daripada dibebaskan. (T/S: Anadolu, CNN)