‘Malam Kebingungan’: Taktik Aktivis Palestina Mengusir Pemukim Ilegal Israel

Alih-alih beraksi di siang hari, aktivis Palestina melaksanakan protes pada malam hari

‘Malam Kebingungan’:  Taktik Aktivis Palestina Mengusir Pemukim Ilegal Israel
Warga Palestina membakar ban, dan angin membawa asap tajam menuju pemukiman Eviatar di Beita. (ABBAS MOMANI AFP)

Tepi Barat, AAI - Sinar laser, suara klakson dan asap dari ban yang terbakar, menjadi taktik terbaru yang digunakan oleh para aktivis Palestina dalam berunjuk rasa pada malam hari hingga pagi untuk mengusir pemukim ilegal Israel.

“Mereka tidak akan tinggal di tanah kami,” ucap seorang aktivis di Beita, Tepi Barat Palestina.

Di Jabal Sabih, Beita, terdapat pos pemukiman ilegal Israel baru yang mereka namakan Eviatar.

Pada Mei lalu, sekitar 50 keluarga pemukim ilegal Israel tiba di sana. Mereka mendirikan kediaman dan tenda serta membawa trailer karavan. Hal ini bertentangan dengan hukum internasional bahkan pembatasan Israel itu sendiri.

“Ketika mereka mendirikan tempat mereka, kami berpikir mereka akan tinggal di sana satu atau dua hari,” ucap Raad, seorang pemuda Palestina di Beita. Namun dalam waktu kurang dari 48 jam, “mereka membawa lebih dari 20 karavan – yang berarti mereka berencana untuk tinggal lama di sana,” tambahnya.

Warga Palestina mengadakan aksi protes rutin di setiap hari Jum’at, yang menentang penjajahan Israel di Tepi Barat. Aksi ini telah dimulai sejak Perang Enam Hari tahun 1967.

Namun dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina di Beita, Nablus, mengubah taktik mereka. Alih-alih mengadakan aksi di siang hari, mereka melaksanakannya di malam hari yang bertujuan untuk membuat para pemukim Israel tetap terbangun dan tidak bisa istirahat. Karenanya, para aktivis Palestina menamakan aksi mereka ini sebagai ‘Malam Kebingungan (Night Confusion)’. (T/S: France24)