Langkah Ceko Buka Keduataan untuk Israel di Al-Quds Tuai Kecaman

Langkah Ceko Buka Keduataan untuk Israel di Al-Quds Tuai Kecaman
(Foto: Reuters)

Al-Quds, AAI - Persatuan Parlemen Arab mengecam langkah Republik Ceko yang membuka kantor kedutaannya untuk Israel di Al-Quds pada Kamis (11/3). Parlemen Arab menganggap langkah Ceko ini hanyalah untuk kepentingan negara tersebut tanpa memperhatikan hubungan antar masyarakat dunia serta prinsip, norma dan hukum internasional.

Dalam pernyataannya sebagaimana dilansir Paltimeps pada Selasa (16/3), Parlemen Arab menekankan bahwa tindakan semacam itu tidak akan membawa perdamaian ke wilayah tersebut, karena permasalahan Al-Quds merupakan masalah yang vital. Mereka pun meminta Ceko untuk meninjau kembali keputusan tersebut.

Parlemen Arab menyinggung kembali resolusi Dewan Keamanan PBB, terutama Resolusi No. (478) tahun 1980, yang menetapkan bahwa Al-Quds adalah wilayah pendudukan (konflik), dengan demikian pendirian kantor perwakilan misi diplomatik di Al-Quds adalah terlarang. Parlemen Arab mengingatkan komunitas internasional bahwa diam mereka atas keputusan sepihak Ceko tersebut jelas merupakan pelanggaran terhadap konsensus internasional dan menahbiskan pendudukan Israel.

Parlemen Arab kembali menegaskan keteguhan negara-negara Arab dan Islam, dan negara-negara di dunia, pada opsi solusi dua negara. Pendirian mereka tegas untuk kepentingan rakyat Palestina, yang mengarah pada pemulihan hak penuh mereka, dan yang paling penting hak untuk kembali ke tanah mereka, serta hak untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya, dengan teritori sebagaimana yang terdapat sejak 4 Juni 1967. (T/S: Paltimeps)