Gaza Menghapus Luka dengan Kurban Idul Adha

Diperkirakan sebanyak 13-15 ribu sapi dan 20-25 ribu domba dikurbankan di Jalur Gaza pada tahun ini

Gaza Menghapus Luka dengan Kurban Idul Adha

Gaza, AAI - Pada hari Selasa (20/7), warga Palestina di Jalur Gaza segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban selepas melangsungkan Sholat Idul Adha di masjid dan lapangan terbuka, walaupun di tengah kondisi ekonomi yang memburuk.

Banyak di antara warga Palestina di Gaza yang menyembelih hewan kurban di depan kediaman mereka, sementara yang lainnya menyembelih di rumah potong hewan (RPH) yang ditentukan oleh pemerintah kota sebagai tempat penyembelihan. Perayaan kurban tahun ini seakan sebagai penghapus luka dan lara warga Palestina setelah terdampak agresi Zionis kemarin. Anak-anak, pemuda dan orang tua di Gaza menyambut ceria perayaan besar ini.

Salah seorang warga Gaza bernama Hamada Muhammad mengungkapkan, sebagaimana dilansir Anadolu, walaupun di tengah ekonomi yang sulit dirinya tetap menyempatkan untuk membeli hewan kurban pada tahun ini, “Meskipun kondisi ekonomi sulit yang kami alami di Jalur Gaza, saya membeli hewan kurban tahun ini, seperti yang kami lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.”

“Kami menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada para tentangga dan fakir miskin di sekitar lingkungan tempat tinggal kami,” tambahnya sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari raya ini.

Direktur Departemen Layanan Hewan Gaza, Nael Al-Saadi, mengatakan bahwa permintaan untuk hewan kurban untuk tahun ini di Jalur Gaza cenderung baik dibandingkan dengan situasi ekonomi yang sulit setelah terdampak agresi Zionis Israel pada bulan Mei kemarin.

Dikatakannya sebanyak 13 ribu hingga 15 ribu sapi dan 20 ribu hingga 25 ribu domba yang dikurbankan pada tahun ini di Gaza.

Jalur Gaza dihuni oleh lebih dari 2 juta warga Palestina yang menderita kondisi kehidupan yang sangat buruk akibat blokade yang diberlakukan Israel terus menerus sejak tahun 2006.

Penderitaan warga Palestina di Jalur Gaza semakin bertambah dan meningkat setelah militer penjajah Israel melangsungkan agresinya ke sana selama 11 hari pada Mei lalu. (T/S: Anadolu)