Facebook Hapus Halaman Surat Kabar Palestina dari Platformnya

Sebelum dihapus halaman Shehab News memiliki lebih dari 7 juta pengikut

Facebook Hapus Halaman Surat Kabar Palestina dari Platformnya

Gaza, AAI - Situs jejaring sosial Facebook pada hari Selasa (13/7) menutup halaman milik surat kabar Palestina, Shehab News yang berbahasa Arab, dari platformnya dengan alasan ‘melanggar standar komunitas’. Patut diketahui, Shehab News merupakan salah satu surat kabar Palestina terbesar di dunia.

Shehab News berkantor pusat di Jalur Gaza, Palestina. Surat kabar tersebut secara independen mengabarkan dan mengekspoks penjajahan dan pelanggaran yang dijalankan oleh Israel terhadap warga Palestina, baik yang berada di Gaza, Tepi Barat mau pun di kota suci Al-Quds.

Sebelum dihapus dari platform Facebook, halaman Shehab News yang berbahasa Arab memiliki lebih dari 7 juta pengikut. Mereka mengkonfirmasi penghapusan halaman tersebut melalui akun Twitter nya pada Selasa kemarin.

Patut dicatat bahwa Shehab News diikuti oleh lebih dari 500 ribu pengikut di platform Twitter. Dengan akun mereka di sana, mereka terus mencuitkan foto dan video dari seluruh wilayah Palestina yang terjajah dan dari belahan dunia lainnya. Sedangakan halaman Shehab News di Facebook yang berbahasa Inggris hingga kini masih aktif dengan lebih dari 50 ribu pengikut.

Shehab News memulai kiprah mereka sejak tahun 2007. Mereka utamanya meliput seputar persoalaan Palestina dan Gaza secara khusus, serta meliput kabar lainnya dari kawasan Timur Tengah.

Surat kabar tersebut diklaim sebagai portal berita nomor satu yang diikuti oleh warga Palestina dan Arab yang tertarik untuk mendapatkan cerita dari segala sisi tentang Palestina dan apa yang terjadi di sana.

Ia juga menempati peringkat 10 untuk platform media berita berbahasa Arab dalam hal keaktifan dan keakuratan halaman berita yang diberikan kepada para pembaca.

Banyak dari aktivis media sosial telah melaporkan bahwa halaman mereka dihapus, sedang down, tagar menjadi terbatas dan postingan mereka dihapus. Menanggapi keluhan tersebut, dalam pernyataannya Facebook dan Instagram mengklaim bahwa masalah tersebut disebabkan oleh kendala teknis yang terjadi secara global dan sedang diperbaiki.

Namun hingga kini, banyak aktivis media sosial yang terus mengatakan bahwa postingan mereka disensor terutama yang berkaitan dengan isu Palestina. (T/S: Shehab News)