Delegasi Palestina untuk PBB Peringatkan Kondisi Mengkhawatirkan di Gaza

Delegasi Palestina untuk PBB Peringatkan Kondisi Mengkhawatirkan di Gaza
Riyad Mansour (Foto: Al-Quds Al-Arabi)

Tepi Barat, AAI - Delegasi tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour, memperingatkan pada Selasa (16/2) tentang kondisi kemanusiaan, sosial dan ekonomi yang mengerikan di Jalur Gaza yang terjadi karena blokade ilegal Israel. Blokade tersebut merampas hak warga Palestina di Jalur Gaza; menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan bagi dua juta penduduknya.

Mansour mengindikasikan bahwa usaha Otoritas Israel dalam melarang masuknya 2.000 dosis vaksin Covid-19 yang ditujukan untuk petugas medis di garis terdepan, termasuk di ICU, merupakan pelanggaran serius terhadap kewajiban Israel berdasarkan Konvensi Jenewa Keempat.

Ha ini ia sampaikan dalam pesan tertulis yang ia kirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Presiden Dewan Keamanan bulan ini yaitu Inggris dan Presiden Sidang Umum PBB, tentang kondisi kritis yang semakin memburuk di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Al-Quds Timur, karena eskalasi kebijakan dan praktik ilegal Israel melawan rakyat Palestina, sebagaimana dilansir kantor berita Paltimeps.

Mansour juga mencatat peningkatan aktivitas pemukiman dan aneksasi ilegal, penindasan dan hukuman kolektif, serta terus berlangsungnya penghancuran rumah oleh Otoritas Israel. Pasukan Israel telah menghancurkan setidaknya 178 bangunan milik warga Palestina sejak awal 2021;  menyebabkan lebih dari 259 orang, termasuk sedikitnya 140 anak-anak, terusir dan mengungsi. Terjadi pula pembongkaran lebih dari 45 bangunan di Khirbet Humsa, yang menyebabkan 60 orang mengungsi, termasuk 35 anak-anak.

Ia menunjukkan bahwa para pemukim Israel menembak pemuda Palestina berusia 34 tahun Khaled Nofal, pada awal bulan ini, yang syahid di dekat pos pemukiman Sde Ephraim yang didirikan di tanah desa Ras Karkar. Mansour juga menunjukkan seorang kriminal pemukim Israel membunuh warga Palestina Bilal Buatneh (52 tahun), dengan menabrakan kendarannya dan melarikan diri.

Mansour menekankan perlunya Dewan Keamanan PBB, secara khusus, mematuhi kewajibannya yang diatur dalam Piagam PBB untuk melindungi perdamaian dan keamanan internasional; yang membutuhkan langkah-langkah pencegahan, termasuk langkah-langkah akuntabilitas. Ia menyerukan Dewan Keamanan untuk mengambil langkah-langkah guna menghormati hukum dan melaksanakan keputusan tentang permasalahan Palestina, dan bekerja untuk mengakhiri pendudukan Israel secara keseluruhan. (T/S: Paltimeps)