Covid-19 Sebabkan 150 Ribu Warga Palestina Kehilangan Pekerjaan

Covid-19 Sebabkan 150 Ribu Warga Palestina Kehilangan Pekerjaan
Seniman Palestina menggambar mural selama kampanye kesadaran COVID-19, di Gaza pada 2 April 2020 (Foto: Majdi Fathi–NurPhoto/ Getty Images)

Ramallah, AAI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporannya mengatakan bahwa tahun 2020 kemarin merupakan “tahun kemunduran bagi warga, institusi dan ekonomi Palestina. Hal ini merupakan dampak dari pandemi virus Corona yang muncul dan krisis keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dilaporkan hampir sebanyak 150.000 warga Palestina kehilangan pekerjaan mereka selama tahun lalu (2020) akibat pandemi Corona dan pembataan sosial.

Laporan tersebut dikeluarkan oleh Kantor Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah (UNSCO). Laporan menegaskan, “lebih dari separuh warga Palestina saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan, pada saat pembangunan ekonomi dan sosial Palestina sedang mengalami masa-masa terburuknya sejak 1994,” sebagaimana dilansir situs berita Palinfo pada Ahad (21/2).

“Krisis kemanusiaan di Wilayah Pendudukan Palestina akan memburuk dan akan berdampak negatif pada jalur pembangunan Palestina selama bertahun-tahun yang akan datang,” terang laporan tersebut.

Ekonomi Palestina pada tahun lalu mengalami kontraksi antara 10 sampai 12 persen, yang merupakan salah satu krisis tahunan terbesar sejak berdirinya Otoritas Palestina pada tahun 1994.

Namun Koordinator UNSCO Tor Wennesland, mengindikasikan sebuah kabar baik dan optimis. Sejak awal Februari, vaksin Covid-19 mulai memasuki wilayah Palestina. Ia juga mengindikasikan bahwa PBB memberikan dukungan yang diperlukan kepada Otoritas Palestina melalui mekanisme Covax (COVID-19 Vaccines Global Access), yaitu inisiasi WHO yang peduli akan ketersediaan vaksin Covid-19 yang merata di seluruh dunia.

Di akhir laporannya, UNSCO menyarankan masyarakat internasional untuk mendukung berbagai proyek kemanusiaan dan pembangunan, serta dukungan teknis, untuk membantu Pemerintah Palestina di Ramallah dalam melaksanakan janji reformasi ekonominya. (T/S: Palinfo)