Boikot Atlet Israel di Olimpiade Berhasil Mengusik Negara Penjajah Tersebut

Fenomena ini dianggap sebagai gagalnya upaya normalisasi Israel, khususnya dengan negara-negara Arab

Boikot Atlet Israel di Olimpiade Berhasil Mengusik Negara Penjajah Tersebut

Tokyo, AAI - Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth menilai fenomena boikot yang dilakukan atlet Arab dan penolakan mereka untuk bertanding dengan atlet Israel dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020 sebagai indikasi gagalnya upaya normalisasi Israel dengan negara-negara Arab.

Hingga kini sudah ada dua atlet negara Arab yang mengundurkan diri, menolak bertanding dengan perwakilan Israel.

Surat kabar tersebut melihat aksi berulangnya atlet Arab yang mengundurkan diri agar tidak bertanding melawan atlet Israel telah menjadikan negara penjajah itu sebagai bahan lelucon dan tertawaan.

Judoka asal Aljazair Fethi Nourine, mengundurkan diri dari Olimpiade Tokyo 2020. Secara terbuka ia mengumumkan pengunduran dirinya dikarenakan terdapat sebuah kemungkinan yang akan mempertemuannya dengan atlet Israel dalam putaran berikutnya.

Fethi mengungkapkan pengunduran dirinya dari Olimpiade agar tidak menghadapi perwakilan Israel merupakan upaya dan dukungannya terhadap permasalahan Palestina yang hingga kini masih dijajah Israel.

“Kami tidak beruntung dengan hasil undian. (Dalam undian itu) kami harus melawan judoka Israel, oleh karenanya kami harus mengundurkan diri. Kami telah membuat keputusan yang tepat,” ucap pelatih Fethi, Amar Benikhlef yang mendukung keputusan atlet asuhannya.

Setelah Fethi Nourine, judoka asal Sudan yang bernama Mohammded Abdalrasool pada Senin kemarin (26/7) ikut mengambil langkah yang sama. Ia turut mengundurkan diri dari Olimpiade Tokyo 2020 karena ia menolak untuk menghadapi lawannya dalam putaran pertama yang merupakan atlet Israel.

Yedoioth Ahronoth menganggap penolakan Mohammed untuk bertanding melawan atlet Israel sebagai sebuah kegagalan dalam upaya normalisasi hubungan antara Israel dengan negara Arab, dalam hal ini Sudan.

Sebagaimana diketahui, pada 23 Oktober 2020, Israel dan Sudan bersama-sama telah menyepakati untuk menormalisasi hubungan di antara kedua negara.

Sebelumnya pada Olimpiade Brazil 2016, judoka asal Mesir, Islam El-Shehaby, telah menunjukkan penolakannya terhadap atlet Israel di ajang internasional tersebut. El-Shehaby menolak untuk bersalaman dengan lawannya saat itu yang merupakan delegasi dari Israel. Mesir diketahui telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sejak tahun 1980.

Secara politik, semua perjanjian kesepakatan dengan penjajah Israel bisa saja disepakati. Namun bagi para atlet Arab, mereka tetap menganggap bahwa bagi mereka negara penjajah Israel tidaklah pernah ada di dunia ini. (T/S: Quds News)