Biden Siapkan Rencana untuk Pulihkan Hubungan As-Palestina

AS dikabarkan akan memberikan bantuan senilai 15 juta dolar untuk Palestina guna atasi pandemi Covid-19

Biden Siapkan Rencana untuk Pulihkan Hubungan As-Palestina

Washington, AAI - Reuters pada hari ini, Kamis (18/3), mengungkapkan bahwa draf memo internal Amerika Serikat menyatakan pemerintahan Presiden Joe Biden sedang mengembangkan rencana untuk memulihkan hubungan AS dengan Otoritas Palestina menyusul runtuhnya hubungan bilateral kedua negara di bawah kepemimpinan mantan Presiden AS Donald Trump.

Menurut Reuters, dua orang yang mengetahui draft internal tersebut mengindikasikan bahwa dokumen tersebut masih dalam ‘tahap kerja’ awal, tetapi pada akhirnya dapat menjadi dasar untuk menarik kembali bagian dari kebijakan Trump, yang oleh Palestina dikecam sebagai sangat bias Israel.

Draft internal itu bertujuan untuk meningkatkan kebebasan, keamanan dan kemakmuran bagi Israel dan Palestina dalam waktu dekat.

Dokumen yang dikutip mengatakan bahwa bantuan senilai 15 juta dolar dari AS untuk Palestina akan diumumkan pada akhir Maret untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Dokumen tersebut juga dilaporkan mengambil sikap yang lebih keras pada kegiatan pembangunan pemukiman Israel seraya menyebutkan upaya untuk “mendapatkan komitmen Palestina agar mengakhiri pembayaran kepada individu yang dipenjara oleh Israel karena tindakan terorisme.”

Sejak Biden menjabat pada 20 Januari lalu, para pembantunya di Pemerintahan AS mengatakan mereka berniat memperbaiki hubungan dengan Palestina.

Pemerintahan Biden berjanji untuk melanjutkan bantuan ekonomi dan kemanusiaan senilai ratusan juta dolar dan membuka kembali kantor misi diplomatik untuk Palestina di Washington.

Para pembantu Biden juga menjelaskan bahwa mereka ingin menetapkan kembali tujuan solusi dua negara melalui negosiasi sebagai prioritas dalam kebijakan AS tentang konflik Israel-Palestina. Tetapi mereka bergerak dengan hati-hati mengingat semakin dekatnya pemilihan umum Israel pada 23 Maret mendatang, yang akan disusul oleh pemilihan umum Palestina yang dijadwalkan dalam beberapa bulan lagi. (T/S: Paltoday, Reuters)