26 Tawanan Jadi Korban Kebiadaban Israel di Penjara Ofer

26 Tawanan Jadi Korban Kebiadaban Israel di Penjara Ofer

Asosiasi Tahanan Palestina melaporkan, 26 tahanan cidera di penjara Ofer, sebagai akibat tindakan keras yang dilakukan otoritas Zionis terhadap para tawanan menyusul gugurnya As-Syahid Dawood Al-Khatib, tawanan Palestina pada tiga hari lalu, dalam konfrontasi yang kiat memanas antara kedua pihak ditengah meningkatnya jumlah infeksi virus Corona.

Asosiasi Tawanan Palestina mengatakan hal ini dalam pernyataan persnya, Sabtu (5/9). Diantara yang terluka karena sesak napas, pingsan, luka bakar. Semuanya terkonsentrasi di bagian 19 dan 20.

Ia mengindikasikan, para tawanan terus menjalankan aksi protesnya, diantaranya dengan mengembalikan jatah makan mereka sejak tiga hari yang lalu.

Asosiasi tahanan menyatakan, pasukan Israel sangat represif, memukuli tujuh tahanan dengan kejam, menyemprot mereka dengan gas air mata dan memindahkan mereka ke sel isolasi, menyusul konfrontasi antara mereka dan salah satu penjaga.

Dia membenarkan, para tawanan masih ditahan dalam kondisi sulit, dengan menarik semua peralatan listrik dari tahanan, terutama kipas angin dan perlatan memasak makanan, menghancurkan barang-barang mereka, memperburuk penderitaan mereka akibat suhu tinggi.

Ia mencontohkan, yang dihadapi para narapidana Ofer adalah kejahatan baru, karena meningkatnya kasus virus "Corona" di antara para narapidana, terutama di "Ofer", administrasi penjara terus menindas, menyiksa dan merampok mereka.

Patut dicatat bahwa 850 tahanan mendekam di penjara "Ofer". Tahun lalu, menjadi sasaran operasi penyerbuan besar-besaran, di mana puluhan tahanan terluka, dengan kondisi berbeda-beda.

Direktur Pusat Studi "Tahanan" (independen dan berbasis di Gaza), Raafat Hamdouna menuduh Administrasi Penjara Israel tidak memperhitungkan kondisi iklim di dalam pusat-pusat penahanan.

Dalam pernyataan persnyam Hamduna menambahkan, gelombang panas yang parah yang melanda Palestina menyebabkan konversi penjara Israel menjadi tempat yang lebih panas seperti oven."

Dia menambahkan, pihak penjara tidak mengizinkan kipas angin listrik untuk masuk ke pusat penahanan, kecuali dalam kasus yang jarang terjadi untuk digunakan sebagai alat untuk menekan dan memeras tahanan."

Hamdouna menjelaskan, suhu di musim panas meningkat lebih banyak di dalam penjara daripada di luar, karena sifat konstruksi penjara, kepadatan yang berlebihan dan penutupan pintu dan jendela."

Selama beberapa hari, gelombang panas yang melanda wilayah Palestina secara umum, menyebabkan kenaikan suhu yang luar biasa, terutama di gurun dan daerah dataran rendah, menurut Departemen Meteorologi Palestina.

Otoritas pendudukan menangkap sekitar 4.700 warga Palestina di penjara mereka, termasuk 41 wanita dan 160 anak-anak, sementara jumlah tahanan administratif (tanpa dakwaan) telah mencapai sekitar 365 orang. (asy/pip)

sumber : Pusat Informasi Palestina